Malam Terakhir TMMD ke-124, Kodim 0422/Lampung Barat Lembur Demi Tuntaskan Target Pembangunan

Pesisir Barat, KabarSejagat.com –  Di bawah temaram lampu seadanya dan semangat yang tak pernah padam, personel Kodim 0422/Lampung Barat bersama warga bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan hingga larut malam. Malam terakhir pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 itu menjadi saksi nyata dedikasi tanpa batas demi masa depan desa yang lebih baik. Selasa 3 Juni 2025 .

Tak sekadar simbolis, kerja lembur ini menjadi bukti bahwa komitmen TNI bukan hanya janji — tapi aksi nyata. Jalan penghubung antardesa yang menjadi target utama pembangunan fisik dikebut penyelesaiannya, sementara warga dengan sukarela ikut membantu, menyiapkan alat, mengatur penerangan, hingga memberi semangat di sela-sela kelelahan.

Komandan Kodim 0422/Lampung Barat sekaligus Dansatgas TMMD ke-124, Letkol Inf Rinto Wijaya, S.A.P., M.I.Pol., M.Han., menyampaikan rasa bangganya atas semangat gotong royong yang menggelora di lapangan.

“Kami ingin memastikan setiap target yang telah dicanangkan, baik fisik maupun nonfisik, benar-benar selesai dan bermanfaat. Dan yang paling membanggakan adalah dukungan luar biasa dari masyarakat. Ini bukan hanya proyek pembangunan, ini adalah proyek kebersamaan,” ungkap Letkol Rinto di sela kegiatan malam itu.

Selain pembangunan jalan, lembur malam itu juga difokuskan pada penataan lingkungan dan pembersihan area sekitar, menjelang penutupan kegiatan keesokan harinya.

TMMD ke-124 bukan hanya soal infrastruktur. Selama pelaksanaan program, warga juga menerima berbagai penyuluhan seperti wawasan kebangsaan, pelayanan kesehatan gratis, edukasi pertanian, hingga pemberdayaan UMKM — sebuah pendekatan menyeluruh yang menyentuh kebutuhan masyarakat dari berbagai aspek.

Warga pun menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung personel TNI di tengah mereka. “Rasanya seperti saudara sendiri yang datang membantu,” ucap seorang tokoh masyarakat setempat.

Malam terakhir TMMD ke-124 ini bukan hanya menandai akhir dari sebuah program, melainkan awal dari perubahan. Di desa yang dulunya sulit dijangkau, kini terbentang jalan penghubung. Di tengah semangat gotong royong, terbangun jembatan hati antara TNI dan rakyat. (Joni)

Admin