HUT ke-44 Pujakesuma, Nuryono: Lampung Gelar Wayang Kulit, Dalang Ki Teguh Surono

Ketua dan Sekretaris DPW Paguyuban Keluarga Besar (PKB) Pujakesuma Lampung Ki Nuryono dan Sudaryono. | dok/Muzzamil

Dibukanya lahan konsesi baru meningkatkan kebutuhan pekerja murah. Konflik Belanda vs Inggris buat pengusaha kesulitan datangkan pekerja dari Pulau Penang, Malaysia. Lantas, didatangkanlah pekerja dari Jawa melalui perjalanan laut menuju Pelabuhan Belawan.

Sebelum disebar ke perkebunan Sumatera Timur, pekerja asal Jawa mengkristal etos kebersamaannya, membentuk persaudaraan dikenal istilah “Sedulur Tunggal Sekapal”.

Akulturasi budaya di antara pekerja Jawa yang beda latar belakang ciptakan budaya baru salah satunya seni hiburan Ketoprak Dor, bentuk ekspresi budaya yang tak pernah ada sebelumnya di tanah leluhur mereka.

Sebelum didirikan, cikal bakal Pujakesuma berasal dari sanggar dan perkumpulan seni budaya Jawa: Ikatan Kesenian Jawa (IKJ) dirian Letkol Sukardi, berubah jadi Paguyuban Pujakesuma tahun 1979, tenar Pujakesuma.

Nama dan lambang perkumpulan ini, bentuk bunga Wijaya Kesuma, konon hasil tirakatan.

Secara organisatoris, DPP PKB Pujakesuma yang kini diketua-umumi oleh Eko Sopianto, berkedudukan di Medan, Sumatera Utara. Memiliki kino antara lain Wanita Pujakesuma, Senopati Pujakesuma, LBH Pujakesuma, Generasi Muda (GM) Pujakesuma, dan Generasi Mahasiswa (Gema) Pujakesuma.

Serta, menjalankan aneka usaha ekonomi produktif, perdagangan, dan jasa; selain PujaMart, paling menonjol yakni Koperasi Pujakesuma, mengelola usaha simpan pinjam, kebun sawit, produsen madu Akasia-Trigona, minyak gosok dan urut Pujakesuma dengan 99 bahan rempah, sabun batang herbal Semar dan Serimpi, pabrikan minyak makan merah (3M); dan sebagainya.

Terakhir, Pujakesuma helat Rakornas Ancol 20 Januari lalu. Menariknya, terkait tahun politik lokal, DPP Pujakesuma juga membentuk, kini berjalan, Panitia Pelaksana Penjaringan Pilkada 2024 se-Indonesia. Di Lampung, tergolong salah satu yang aktif, lumayan dinamis. (Red/Muzzamil)

Admin