Pesisir Barat Resmi Terkoneksi: Lima Menara Telekomunikasi Aktif, Blankspot Mulai Terhapus

Pesisir Barat, KabarSejagar.com – Program nasional “Merdeka Sinyal” kini mulai menunjukkan dampaknya nyata di Kabupaten Pesisir Barat. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) Pesisir Barat, Suryadi, S.IP., M.M., mengumumkan bahwa lima menara telekomunikasi telah beroperasi penuh di wilayah tersebut. Kamis, 23 Juli 2025.

“Dulu, sinyal telepon dan internet di sejumlah pekon hanyalah angan. Hari ini, menara-menara telekomunikasi berdiri kokoh, mengubah titik-titik sunyi menjadi wilayah yang terkoneksi,” ujar Suryadi, menegaskan pentingnya transformasi digital di daerah tertinggal.

Keberhasilan ini mendapat apresiasi dalam rapat evaluasi nasional yang digelar Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (DJPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika RI secara daring. Pesisir Barat dinilai sebagai salah satu daerah yang cepat dan tepat dalam proses pengusulan, serta efektif dalam mewujudkan infrastruktur jaringan tanpa hambatan berarti.

Program ini bukan hanya tentang pembangunan fisik menara, tetapi tentang pembukaan akses baru menuju pendidikan, layanan kesehatan, dan ekonomi digital. “Kami ingin setiap anak di pelosok bisa belajar daring tanpa harus memanjat bukit mencari sinyal,” lanjut Suryadi.

Capaian hingga pertengahan 2025 antara lain:

  • Menara Karya Penggawa (dekat Puskesmas) telah aktif sejak akhir 2023
  • Menara Karya Penggawa (area Pabrik Triplek) mulai beroperasi akhir 2024
  • Pekon Suka Banjar, Kota Jawa, dan Sumber Rejo kini turut terhubung jaringan

Meski sempat menghadapi kendala teknis seperti keterbatasan daya listrik di Suka Marga, Diskominfotiksan tetap berkomitmen mencari solusi dan merencanakan pengusulan ulang demi kelancaran koneksi di wilayah tersebut.

Langkah selanjutnya yang tengah disiapkan Pemkab Pesisir Barat adalah melakukan survei wilayah tambahan, pemetaan area sinyal lemah, serta pengajuan usulan pembangunan menara di titik blankspot lainnya.

“Ini bukan akhir, ini awal dari pemerataan akses informasi. Koneksi harus menjadi hak dasar, bukan kemewahan,” tegas Suryadi. (Joni)

 

Admin