Pesisir Barat, KabarSejagat.com — Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dedi Irawan, S.H., M.H., menyambut hangat audiensi dari Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Pesibar di ruang kerjanya, Lantai 5 Gedung Marga Sai Batin, Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Selasa (5/8/2025).
Audiensi ini menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi perempuan berbasis keagamaan yang telah lama aktif di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Dedi Irawan menyampaikan apresiasi atas kontribusi Fatayat NU dalam penguatan peran perempuan, khususnya di bidang keagamaan, pendidikan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia menyatakan bahwa peran aktif Fatayat NU sangat relevan dengan visi pembangunan Pesibar yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kita sangat mengapresiasi peran Fatayat NU yang terus bergerak membina dan memberdayakan perempuan. Kami terbuka untuk ruang diskusi dan kolaborasi yang dapat memberikan dampak nyata di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi perempuan,” ujar Bupati.
Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Pesibar, Eva Zulvatunasihah, S.Pd., menyambut baik ajakan Bupati untuk memperkuat kemitraan strategis. Ia menegaskan kesiapan pihaknya untuk terlibat aktif dalam mendukung program-program pembangunan daerah, khususnya yang berkaitan dengan perempuan dan keluarga.
“Kami berharap audiensi ini menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama yang lebih konkret antara Pemkab Pesibar dan Fatayat NU, demi kemajuan sosial dan budaya, serta penguatan peran perempuan di masyarakat,” kata Eva.
Turut mendampingi Bupati dalam pertemuan tersebut, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Zukri Amin, M.P., Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB (DP3AKB), dr. Budi Wiyono, M.H., serta Plt. Kabag Kesra, Arfi Julizar, S.KM., M.M.
Sementara itu, delegasi Fatayat NU hadir lengkap, dipimpin langsung oleh Ketua PC Fatayat NU Pesibar, Eva Zulvatunasihah, bersama jajaran pengurus lainnya.
Audiensi ini diakhiri dengan sesi diskusi terbuka dan rencana penjajakan program-program yang bisa dijalankan secara bersama antara Pemkab dan Fatayat NU, baik dalam bentuk pelatihan, pendampingan perempuan, hingga kegiatan sosial berbasis masyarakat. (Joni)


