Lampung Barat, KabarSejagat.com– Sehari pasca hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Lampung Barat, pemerintah daerah langsung bergerak cepat. Sejumlah infrastruktur dilaporkan rusak parah, mulai dari jalan putus hingga jembatan hanyut di beberapa titik, khususnya di Kecamatan Airhitam dan Way Tenong.
Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, turun langsung ke lapangan pada Selasa (14/4) untuk meninjau lokasi terdampak. Beberapa titik yang dicek di antaranya ruas jalan putus di jalur Way Kabul, Pekon Sukananti, Kecamatan Way Tenong, serta jembatan yang hanyut di wilayah
Semarang Jaya dan Sungai Airhitam, termasuk akses penghubung antar pemangku di Pekon Sumber Alam.
Dalam peninjauan tersebut, Parosil menegaskan pentingnya penanganan cepat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama. “Penanganan harus segera dilakukan. Kita tidak ingin masyarakat terlalu lama terdampak, terutama akses jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas warga,” tegas Parosil di sela-sela peninjauan.
Ia juga menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah terkait untuk langsung bergerak sesuai tugas masing-masing. Tidak hanya itu, Parosil mengajak seluruh elemen pemerintah hingga masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya penanganan. “Saya minta semua pihak, mulai dari tingkat pekon, kecamatan hingga kabupaten, bersama-sama bergotong royong membantu percepatan penanganan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Lampung Barat, Padang Prio Utomo, menjelaskan bahwa arahan bupati langsung ditindaklanjuti dengan skema penanganan bertahap, menyesuaikan tingkat kerusakan dan kemampuan anggaran daerah.
“Penanganan akan dilakukan dalam tiga tahap, yakni darurat, semi permanen, dan permanen. Ini disesuaikan dengan kondisi kerusakan di lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kerusakan jembatan di Pekon Sumber Alam dan Semarang Jaya menjadi prioritas utama karena menyangkut akses vital masyarakat. Sedangkan untuk ruas jalan putus di Way Kabul, Pekon Sukananti, akan dilakukan pengukuran dan kajian teknis terlebih dahulu.
“Untuk jalan putus, butuh perhitungan matang karena anggaran yang dibutuhkan cukup besar,” imbuhnya.
Di sisi lain, Camat Airhitam, Gustian Afriza, mengungkapkan bahwa wilayahnya menjadi salah satu yang terdampak cukup serius akibat cuaca ekstrem tersebut. Setidaknya terdapat empat titik kerusakan utama.
“Di Kecamatan Airhitam, ada jembatan putus di Pekon Semarang Jaya dan Sumber Alam, serta banjir yang merendam rumah warga di Pekon Sukadamai di tanah longsor di Manggarai, ” terangnya.
Dengan langkah cepat yang dilakukan pemerintah daerah, diharapkan proses pemulihan infrastruktur dapat segera rampung sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dalam waktu dekat. (Kodri)







