Kedua ruas baru, salah satu upaya realisasi target. “Jalan tol ini akan menjadi bagian dari JTTS sepanjang 2.994 km dan kita harapkan sampai akhir tahun jalan Tol Sumatera sudah tembus di 1.100 km. Khusus untuk jalan tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat tinggal 40 km lagi sampai ke Parapat di Danau Toba, tinggal sedikit sekali,” sebut Jokowi.
Dia mengintensi, pembangunan itu berfokus mendorong tumbuhnya pusat pertumbuhan ekonomi baru di koridor Binjai Langsa dan Tebing Tinggi-Parapat dan akan menambah daya saing daerah, sistem logistik, mobilitas orang-barang kian cepat hingga Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain.
“Kalau dulu dari Medan ke sini (Danau Toba) habiskan waktu 3,5 jam-4 jam sekarang hanya kira kira 1,5 jam lebih sedikit,” ujar Jokowi.
Hingga jelang purnatugas, Presiden Jokowi bakal segera meresmikan beroperasinya dua lagi, ruas JTTS yang telah kelar konstruksi: Tol Tempino–Jambi di Provinsi Jambi, dan Tol Kisaran di Sumatera Utara, waktu dekat ini.
Selain itu Kementerian PUPR juga menyusun masterplan pembangunan konektivitas yang bakal diajukan pula kepada presiden terpilih.
Tersebut, “Kementerian PUPR menyiapkan (rencana proyek) sepanjang 2.300 Km jalan tol baru,” info Basuki.
Biaya keekonomian dari usulan pembangunan 2.300 Km tol baru, diproyeksi Rp460 triliun, dengan asumsi rerata Rp200 miliar per 1 Km.
“Pembangunan 2.300 tol baru ini bakal dilaksanakan di wilayah Tol Trans Sumatera, penyelesaian beberapa ruas Tol Trans Jawa, hingga pengadaan jalan Tol di IKN Nusantara. Namun usulan masterplan konektivitas ini masih akan sepenuhnya dilimpahkan pada pemerintahan baru. Eksekusi final lebih lanjut ditetapkan pascapelantikan presiden-wakil presiden terpilih 20 Oktober 2024,” siaran pers sebelumnya, Jubir Kementerian PUPR Endra Atmawidjaja, pekan kedua Agustus lalu.
Pekan sebelumnya, saat Webinar Mengawal 10 Tahun Pembangunan Infrastruktur, pada 2 September lalu Endra menyebut, portofolio panjang ruas JTTS sebagai ujud pemerataan konektivitas wilayah barat Indonesia yang berhasil dibangun 10 tahun pemerintahan Jokowi akan terus bertambah.
Tambahannya nanti ini melengkapi struktur jaringan konektivitas di Indonesia hingga jadi lebih efisien, berdaya saing.
Sumbangsih positif pembangunan JTTS bagi perekonomian Indonesia, investasinya berpeluang menambah output di Sumatera hingga Rp924 triliun. Sigi Center of Reform on Economics (CORE), total benefit cost ratio (BCR) pembangunan JTTS tahap 1 dilaporkan mencapai 4,62 kali dengan tingkat economic internal rate of return (EIRR) 18,15 persen.
Pengingat, per September lalu Hutama Karya telah bangun 1.030 km ruas JTTS, termasuk jalan tol dukungan konstruksi. Perinci, 230 km ruas tol konstruksi, 800 km ruas tol operasi.
Ruas JTTS yang telah beroperasi penuh yakni Bakauheni – Terbanggi Besar (140 km), Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 km), dan Palembang – Indralaya (22 km).
Lalu, Medan – Binjai (17 km), Pekanbaru – Dumai (132 km), Sigli Banda Aceh seksi 2 – seksi 6 (49 km), Binjai – Langsa seksi Binjai – Tanjung Pura (38 km), Bengkulu – Taba Penanjung (17 km), Pekanbaru – Bangkinang (31 km), Bangkinang – XIII Koto Kampar (25 km), Indralaya – Prabumulih (64 km), Indrapura – Kisaran (48 km), Tebing Tinggi – Indrapura (28,5 km).
Total 873 km ruas JTTS terbangun 2014-2024 ini, bagian dari total 2.432 km jalan tol baru terbangun di tanah air, dua periode Jokowi berkuasa 20 Oktober 2014-20 Oktober 2024.
Rakyat Indonesia di Sumatera wabil khusus: pulau berpopulasi terbesar kedua sebanyak 60 juta jiwa dan kontributor 23,6 persen PDB nasional; besar harapan Anda, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tuntas terbangun 2.994 Km panjangnya kelak, terhubung dari Lampung hingga Aceh, di era pemerintahan baru Prabowo-Gibran nanti? Semoga. (Red/Muzzamil)







