Parosil Mabsus Resmi Tutup Peratin Cup ke-12 Pekon Pura Jaya : Ajang Silaturahmi Empat Kabupaten Berakhir Meriah

Lampung Barat , KabarSejagat.com– Turnamen sepak bola Peratin Cup Ke-12 yang digelar di Pekon Pura Jaya, Kecamatan Kebun Tebu, resmi ditutup oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, pada Jumat sore, 20 Juni 2025.

Turnamen tahunan yang berlangsung sejak 1 Juni tersebut sukses menyita perhatian pecinta sepak bola, tidak hanya dari Lampung Barat, tetapi juga dari tiga kabupaten lainnya yakni Way Kanan, Tanggamus, dan Lampung Utara.

Pertandingan final mempertemukan dua tim kuat: kesebelasan dari Pekon Tanjung Raya, Kecamatan Sukau, melawan tim tangguh dari Bukit Kemuning, dalam laga yang berlangsung sengit dan penuh sportivitas.

Dalam sambutannya, Parosil Mabsus yang juga menjabat sebagai Ketua KONI Lampung Barat, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, pemain, dan masyarakat yang telah menyukseskan turnamen bergengsi tersebut.

“Turnamen ini bukan hanya ajang mencari juara, tapi juga momentum penting mempererat silaturahmi serta membangun semangat sportivitas di tengah masyarakat,” ujar Parosil.

Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai kejujuran, sportivitas, dan persaudaraan baik oleh para pemain maupun wasit.

“Wasit harus adil, jangan berpihak. Pemain pun harus menyajikan permainan yang menghibur dan menjunjung nilai persaudaraan,” tegasnya.

Parosil juga berharap turnamen ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun dan menjadi ikon olahraga tahunan di Pekon Pura Jaya.\“Kalau tahun ini hadiahnya Rp5 juta, mudah-mudahan tahun depan bisa naik jadi Rp10 juta. Ini bentuk dukungan kita terhadap kemajuan olahraga daerah,” tambahnya disambut tepuk tangan meriah para penonton.

Penutupan Peratin Cup Ke-12 ini ditandai dengan penyerahan hadiah, piala bergilir, dan piagam penghargaan kepada para pemenang, serta penampilan seni dari warga sekitar yang turut memeriahkan suasana.

Turnamen ini tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat kebersamaan antar masyarakat lintas kabupaten. Sebuah contoh nyata bahwa olahraga mampu menjadi perekat sosial yang luar biasa di tengah keberagaman. (Kodri)

Admin