Skandal Judi Sabung Ayam Ratusan Juta di Purbalingga: Diduga Dibekingi Oknum DPR, Aparat Diam

Purbalingga, KabarSejagat.com – Aroma busuk praktik perjudian sabung ayam kembali menyeruak, kali ini di Dusun Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Aktivitas ilegal bernilai ratusan juta rupiah ini diduga kuat berlangsung di bawah bayang-bayang perlindungan seorang oknum anggota DPR, lengkap dengan pembiaran aparat kepolisian yang seolah tutup mata.

Sabtu, 19 Juli 2025, tim investigasi LensaPersitiwaNews.id mengendus geliat turnamen sabung ayam yang digelar terang-terangan. Bahkan, dalam ajang terbaru, panitia menyuguhkan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor—tanda bahwa praktik ini bukan sekadar perjudian lokal, tapi sudah masuk kategori bisnis gelap berskala besar.

Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, omzet per putaran bisa mencapai ratusan juta rupiah, dengan peserta berasal dari setidaknya 12 kota: mulai dari Gombong, Cilacap, Wangon, hingga Tegal. Semua berlangsung rapi, terstruktur, dan nyaris profesional, seolah-olah legal.

Namun yang lebih mencengangkan: lokasi arena disinyalir milik seorang oknum anggota DPR RI aktif, yang tak hanya menyewakan lahan tapi juga ikut mengatur jalannya praktik ini. Sistem pengamanan pun disebut canggih dan tertutup, dengan akses terbatas serta adanya “pengkondisian” terhadap aparat setempat.

Warga menyebut sabung ayam ini sebagai “rahasia umum”. Namun meski aktivitas ini sudah berlangsung dalam skala besar, Polresta Purbalingga maupun Polsek Bukateja belum melakukan tindakan berarti. Tidak ada penutupan, tidak ada razia, bahkan satu pernyataan resmi pun tak kunjung keluar.

Kondisi ini memicu kemarahan publik. Desakan mulai bermunculan agar Kapolri, Kapolda Jawa Tengah, hingga KPK turun tangan langsung untuk membongkar siapa saja aktor di balik kegiatan ini. Masyarakat menuntut transparansi dan tindakan nyata.

“Kalau negara kalah oleh arena judi, lalu kepada siapa lagi rakyat harus percaya?” cetus seorang tokoh masyarakat yang tak mau disebut namanya.

Fakta Lapangan

  • Lokasi: Dusun Kedungjati, Bukateja, Purbalingga

  • Jam Operasional: 09.00 WIB – selesai

  • Hadiah Utama: 1 unit sepeda motor

  • Omzet Per Putaran: Diperkirakan ratusan juta rupiah

  • Asal Peserta: Gombong, Cilacap, Wangon, Cimangu, Banjar, Kedungjati, Banyumas, Mandiraja, Maos, Barakuda, BCF, Tegal

Pertanyaan Besar Untuk Penegak Hukum

  1. Siapa nama oknum anggota DPR yang disebut-sebut membekingi praktik ini?

  2. Mengapa aparat belum bertindak meski aktivitasnya terang-terangan dan massif?

  3. Apakah ada aliran dana ke oknum aparat sebagai bentuk suap atau “pengamanan”?

Tim investigasi LensaPersitiwaNews.id akan terus menggali fakta-fakta terbaru, termasuk dugaan keterlibatan elite politik dan aparat penegak hukum dalam praktik kotor ini. Saat ini, masyarakat menanti: apakah hukum masih berpihak kepada keadilan, atau justru tunduk pada uang dan kuasa?. (Tim)

Admin