Peratin Lombok Timur Imbau Warga Jaga Kebun Jelang Panen Raya Kopi

Lampung Barat, KabartSejagat.com – Menyambut musim panen raya kopi, Peratin Pekon Lombok Timur, Kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat, mengingatkan warganya untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keamanan kebun masing-masing. Minggu, 3 Mei 2025.

Imbauan ini disampaikan Peratin Gunadi Saputra menyusul melonjaknya harga jual kopi di wilayah tersebut yang saat ini mencapai Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram. Kondisi ini dinilai rawan menimbulkan potensi gangguan keamanan, terutama pencurian hasil panen.

Gunadi menegaskan bahwa para petani harus lebih peduli menjaga hasil kebunnya, baik yang masih di batang maupun yang sudah dipetik dan disimpan di pondok kebun.

“Kami mengimbau masyarakat agar betul-betul menjaga kopi yang ada di kebun. Jangan sampai lengah, apalagi saat harga kopi tinggi seperti sekarang,” ujar Gunadi.

Ia menambahkan, kewaspadaan tidak hanya dilakukan secara individu, tetapi juga dengan meningkatkan kepedulian bersama di lingkungan masing-masing.

Menurut Gunadi, langkah ini diambil untuk menciptakan situasi yang kondusif di tengah masyarakat, khususnya menjelang panen raya. Ia mengajak warga segera melapor apabila melihat hal-hal mencurigakan atau informasi terkait potensi gangguan keamanan.

“Kalau menemukan atau melihat ada aktivitas yang mencurigakan, segera lapor ke aparat pekon atau pihak berwenang agar bisa ditindaklanjuti,” tegasnya.

Kopi merupakan komoditas unggulan di Kecamatan Lumbok Seminung. Setiap musim panen, ribuan petani menggantungkan harapannya pada hasil kebun untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Lonjakan harga tahun ini memberi harapan besar, namun sekaligus menuntut kewaspadaan ekstra agar hasil jerih payah petani tidak dirugikan oleh aksi kriminal.

Imbauan Peratin Lombok Timur menjadi bentuk perhatian pemerintah pekon terhadap keamanan masyarakat. Dengan meningkatnya harga kopi, partisipasi aktif warga dalam menjaga kebun menjadi kunci untuk memastikan panen raya berjalan aman, lancar, dan hasilnya dapat sepenuhnya dinikmati oleh para petani. (Busairi)

Admin