Pekon Semarang Jaya Kembangkan Budidaya Lele Modern

Lampung Barat, KabarSejagat.com — Keseriusan Pemerintah Pekon Semarang Jaya, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui program ketahanan pangan bukan sekadar wacana.

Melalui pengembangan budidaya ikan lele air tawar, pekon tersebut mulai melangkah nyata dengan konsep pengelolaan yang modern dan berorientasi jangka panjang.

Selasa (20/1/2026), pembangunan sarana program ketahanan pangan tahun 2025 di Pekon Semarang Jaya telah memasuki tahap akhir. Saat ini, seluruh kolam ikan yang dibangun dari nol telah siap digunakan dan hanya tinggal menunggu penebaran benih ikan lele.

Menariknya, kolam budidaya lele tersebut tidak dibangun secara konvensional. Pemerintah pekon menerapkan konsep modern dengan menggunakan media terpal, yang dibagi menjadi beberapa petak kolam.

Kolam dipagari dengan rangka baja ringan dan dilapisi spandek, sehingga dinilai lebih kuat, rapi, dan mudah dalam perawatan.

Peratin Pekon Semarang Jaya, Damsiri Ahmad, mengatakan bahwa benih ikan lele untuk program ketahanan pangan tersebut pada prinsipnya sudah siap ditebar. Namun, pihaknya masih menunggu waktu yang tepat dengan mempertimbangkan faktor cuaca.

Selain itu juga pemasangan instalasi listrik untuk regulasi air dan oksigen sehingga ikannya dapat tumbuh dengan sehat dan gemuk.

“Benih ikan lele sebenarnya sudah siap untuk dilepaskan. Tapi untuk sementara kami tahan dulu karena melihat kondisi cuaca yang belum stabil. Kami tidak ingin banyak benih yang mati, sehingga hasilnya nanti bisa maksimal,” ujar Damsiri Ahmad.

Ia menjelaskan, dari lima petak kolam yang telah dibangun, setiap kolam rencananya akan diisi sekitar 6.000 ekor benih ikan lele. Dengan jumlah tersebut, pihak pekon optimistis budidaya ini akan menghasilkan produksi yang cukup signifikan.“Per kolam kurang lebih akan kita isi enam ribu ekor lele. Kalau dikelola dengan baik, hasilnya tentu sangat menjanjikan,” katanya.

Tak ketinggalan pihaknya juga menyampaikan jika di samping kolam ikan lele tersebut juga akan dikembangkan budidaya belut hal itu karena belut memiliki vitamin atau protein yang tinggi dan baik untuk pertumbuhan atau konsumsi masyarakat

Lebih lanjut, Damsiri menegaskan bahwa program ketahanan pangan ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, tetapi juga diarahkan sebagai unit usaha desa yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap PADes.

“Kami berharap setelah usaha peternakan ikan lele ini berjalan, hasil panennya bisa dijual untuk menambah pendapatan desa. Bahkan, kalau memungkinkan, bisa kita arahkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ungkapnya.

Selain meningkatkan PADes, program budidaya lele ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat, khususnya warga Pekon Semarang Jaya.

“Dengan adanya usaha ini, tentu akan dibutuhkan tenaga kerja. Artinya, selain desa mendapatkan pendapatan, masyarakat juga mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung,” tambahnya.

Pemerintah Pekon Semarang Jaya optimistis, dengan pengelolaan yang serius dan berkelanjutan, program ketahanan pangan berbasis budidaya ikan lele ini dapat menjadi contoh pengembangan usaha desa yang produktif, mandiri, dan mampu menopang kesejahteraan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran desa yang saat ini juga terdampak berbagai kebijakan nasional.

“Ini adalah investasi jangka panjang untuk desa. Kami ingin Pekon Semarang Jaya tidak hanya bergantung pada dana transfer, tetapi juga mampu menghasilkan pendapatan sendiri,” pungkas Damsiri Ahmad. (Kodri)

Admin