Lampung Barat, KabarSejagat.com – Sebuah video yang memperlihatkan genangan air di kawasan permukiman warga di belakang SMP Negeri 1 Way Tenong, Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat, viral di media sosial dan memicu perhatian masyarakat. Dalam video tersebut, terlihat air meluap hingga menggenangi area sekitar rumah warga yang berada tepat di belakang lingkungan sekolah.
Video yang beredar itu juga menampilkan seorang warga yang menyampaikan keluhannya terkait kondisi tersebut. Ia meminta pihak terkait segera mencari solusi agar genangan air tidak terus mengganggu warga yang tinggal di sekitar lokasi.
“Airnya itu paling besar ada di belakang SMPN 1 Way Tenong. Gimana ini airnya coba, tolong dong buat yang punya SMP 1 Way Tenong buang airnya ke mana gitu, kasihan yang punya rumah di belakang,” ujar seorang wanita dalam video yang beredar.
Keluhan tersebut mencerminkan kekhawatiran warga terhadap dampak genangan air yang berpotensi menimbulkan masalah lingkungan, mulai dari kenyamanan permukiman hingga risiko kesehatan jika kondisi tersebut terus berlanjut.
Menanggapi hal tersebut, Lurah Pajar Bulan menyatakan pihak kelurahan telah menerima informasi terkait kejadian tersebut. Ia memastikan pemerintah kelurahan akan segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk mengetahui penyebab pasti genangan air.
“Informasi itu sudah kami terima. Besok kita akan cek lokasi untuk mengetahui penyebabnya,” ujar Lurah Pajar Bulan saat dikonfirmasi awak media, Selasa (10/03/2026).
Menurutnya, pengecekan lapangan penting dilakukan agar pemerintah dapat memastikan sumber air yang menyebabkan genangan, apakah berasal dari sistem drainase sekolah, saluran air yang tersumbat, atau faktor lain seperti curah hujan dan kondisi lingkungan sekitar.
Jika ditemukan permasalahan pada sistem drainase atau saluran pembuangan air, pihak kelurahan akan berkoordinasi dengan instansi terkait serta pihak sekolah untuk mencari solusi terbaik agar genangan tidak kembali terjadi.
Warga setempat berharap persoalan ini dapat segera ditangani sehingga lingkungan permukiman kembali nyaman dan tidak lagi terdampak luapan air, terutama saat hujan turun atau ketika saluran air tidak berfungsi dengan baik.
Pemerintah kelurahan juga mengimbau masyarakat untuk tetap melaporkan setiap permasalahan lingkungan di wilayahnya agar dapat segera ditindaklanjuti secara cepat dan tepat. (Kodri)







