Kajian Kitab Subuh di Masjid Baitus Sidqon Selama Ramadhan, Warga Antusias Menggali Ilmu

Lampung Barat, KabarSejagatNews.com -Umat Muslim di seluruh Indonesia telah melaksanakan salat tarawih pertama pada Jumat malam (28/2), menandai datangnya bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah. Masjid-masjid di berbagai daerah dipenuhi jamaah yang antusias menjalankan ibadah sunnah ini setelah pemerintah, melalui Kementerian Agama (Kemenag), secara resmi menetapkan awal Ramadhan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Semangat menuntut ilmu semakin terasa di bulan suci ini. Di berbagai masjid dan mushola, kajian kitab selepas sholat subuh menjadi agenda rutin yang dinanti oleh jamaah. Tradisi ini tidak hanya memperdalam wawasan keislaman, tetapi juga mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.Salah satu masjid yang aktif menggelar kajian subuh adalah Masjid Baitus Sidqon di Way Mengaku. Sejak hari pertama Ramadhan, puluhan jamaah, baik tua maupun muda, hadir untuk menyimak pembahasan kitab yang dipandu oleh Ustaz H. Pairozi. Tahun ini, kajian difokuskan pada Kitab Tanqih al-Qaul, yang membahas keutamaan amal ibadah (fadha`il al-a’mal) sehari-hari yang sering terlupakan.

“Kajian ini menjadi momen istimewa bagi kami. Selain mendalami ilmu agama, suasana pagi di bulan Ramadhan terasa lebih berkah dan menenangkan,” ujar Ali Akbar, salah satu jamaah.

Selain mendengarkan ceramah, jamaah juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya langsung kepada pemateri. Hal ini membuat kajian semakin interaktif dan mudah dipahami.


Kajian subuh ini akan berlangsung selama sebulan penuh hingga akhir Ramadhan. Panitia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut di bulan-bulan berikutnya sebagai bagian dari pembinaan spiritual masyarakat.

“Bulan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri. Kami berharap kegiatan ini membawa keberkahan bagi semua jamaah yang hadir,” ujar Ustaz Anton Mulyono, salah satu penyelenggara.

Kitab Tanqih al-Qaul dan Keutamaan Amal Ibadah

Kitab Tanqih al-Qaul adalah salah satu kitab yang populer di kalangan pesantren. Kitab ini merupakan syarah (penjelasan) atas hadis-hadis pilihan dalam Kitab Lubab al-Hadits karya Imam as-Suyuthi (1445—1505 M), yang ditulis oleh ulama legendaris asal Indonesia, Syekh Nawawi al-Bantani (1813—1897 M).

Menurut Ustaz H. Pairozi, kitab ini membahas berbagai amalan penting dalam kehidupan sehari-hari, seperti ibadah sunah, ilmu dan ulama, membaca basmalah, bershalawat, bertasbih, memakai sorban, menikah, bersabar, bersedekah, beristighfar, memanah, bertobat, berwudhu, bersiwak, keutamaan hari Jumat, serta menjaga kesederhanaan dalam tawa.

“Kitab ini memberikan panduan lengkap tentang keutamaan amal dalam kehidupan sehari-hari, sehingga sangat relevan untuk diamalkan oleh umat Islam di era modern ini,” jelas Ustaz H. Pairozi.

Kajian ini menjadi bukti bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk meningkatkan ilmu dan ketakwaan. Dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat, kajian kitab subuh ini diharapkan dapat menjadi bagian dari tradisi keislaman yang terus berkembang di tengah umat. (*)

Admin