Pengajian Selapanan MWCNU Air Hitam: Sarana Konsolidasi Keluarga Besar Nahdlatul Ulama 

Lampung Barat, KabarSejagat.com – Ahad, 26 Januari 2025, Pengajian Selapanan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kecamatan Air Hitam digelar dengan penuh semangat di Masjid Nurul Ummah, Pekon Sinar Jaya, Kecamatan Air Hitam. Acara yang digelar rutin setiap 35 hari sekali ini tidak hanya menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antar warga Nahdlatul Ulama, tetapi juga sebagai sarana konsolidasi dan penguatan organisasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Pengajian Selapanan ini juga merupakan agenda rutinan Muslimat NU Air Hitam dan menghadirkan Ustad Andrihuna, seorang ulama dari Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara, sebagai pengisi kajian. Dalam sambutannya, Suparyoto, Khatib MWCNU Air Hitam, mengungkapkan bahwa pengajian kali ini diselenggarakan untuk menjaga ukhuwah Islamiyah antara para kader, jamaah, serta badan otonom (banom) NU, sekaligus memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

“Pengajian rutin selapanan ini tidak hanya sebagai ajang penguatan ukhuwah, tetapi juga sarana konsolidasi Keluarga Besar Nahdlatul Ulama di Kecamatan Air Hitam,” ujar Suparyoto. Ia juga menambahkan bahwa acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti Bambang Hermanto, Camat Air Hitam, anggota DPRD Lampung Barat daerah Pemilihan IV, serta para pengurus MWCNU dan Banom NU se-Kecamatan Air Hitam.

Ust. Andrihuna dalam tausiyahnya menekankan pentingnya menjaga hubungan spiritual dengan masjid. Ia mengutip sebuah hadist yang menjelaskan tentang tujuh golongan orang yang akan mendapat perlindungan dari Allah pada hari kiamat, salah satunya adalah “laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid”. Ust. Andrihuna mengingatkan, bahwa masjid bukan hanya tempat untuk melaksanakan shalat, tetapi juga sebagai pusat untuk memperdalam ilmu agama dan memperkuat keimanan.

“Dalam dunia yang penuh godaan dan tantangan ini, menjadi bagian dari golongan yang mendapatkan naungan Allah adalah anugerah yang sangat diidamkan. Marilah kita menjaga hubungan kita dengan masjid, menumbuhkan semangat beribadah, beramal dengan ikhlas, dan mendekatkan diri kepada Allah,” ujar Ust. Andrihuna.

Acara ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk pengurus MWCNU, Pimpinan Anak Ranting NU dan Muslimat NU se-Kecamatan Air Hitam, serta para kepala desa dan aparatur pekon. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat organisasi NU dan mempererat persatuan umat Islam di wilayah tersebut.

Pengajian Selapanan merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap 35 hari sekali, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas iman dan Islam, mempererat silaturahmi, serta memperkokoh organisasi. Dengan adanya pengajian ini, diharapkan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama semakin solid dalam menjalankan dakwah dan meningkatkan keberagaman kegiatan keagamaan di masyarakat. (*)

Admin