Lampung Barat, Kabar Sejagat.com – Kondisi bangunan SD Negeri 1 Sukananti, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, kian memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Sekolah yang berada di tengah permukiman padat penduduk itu menjadi salah satu sekolah dasar andalan masyarakat Pekon Sukananti, namun kini harus menjalankan kegiatan belajar mengajar di tengah keterbatasan fasilitas.
Dari pantauan Media ini dilokasi. Kerusakan terjadi hampir di seluruh bagian bangunan sekolah. Dari tiga gedung yang terdiri atas sembilan ruang kelas, sebagian besar mengalami kerusakan mulai dari atap yang bocor, plafon yang rusak, dinding yang retak, lantai yang mulai pecah, hingga pintu dan jendela yang sudah lapuk dimakan usia.
Yang lebih memprihatinkan, sebagian besar struktur bangunan masih merupakan bangunan lama. Bahkan, sejumlah ruang kelas hingga kini masih menggunakan papan sebagai sekat antarkelas, sehingga dinilai sudah tidak lagi layak untuk menunjang proses belajar mengajar yang nyaman dan aman.
Kondisi tersebut dikhawatirkan akan semakin memburuk apabila tidak segera dilakukan renovasi, terlebih saat musim hujan yang berpotensi mengganggu aktivitas belajar siswa akibat kebocoran di sejumlah ruang kelas.
Masyarakat dan pihak sekolah berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian melalui program rehabilitasi atau pembangunan ruang kelas baru. Perbaikan dinilai sangat mendesak agar siswa dapat belajar dengan aman, nyaman, dan memperoleh fasilitas pendidikan yang layak.
Sebagai salah satu sekolah yang telah lama berdiri dan menjadi pilihan masyarakat di Pekon Sukananti, SDN 1 Sukananti diharapkan tidak luput dari prioritas pembangunan sektor pendidikan.
Renovasi gedung sekolah diyakini tidak hanya meningkatkan kenyamanan belajar, tetapi juga menjadi investasi penting dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas di Kabupaten Lampung Barat.
Dikatakan Kepala Sekolah Herayanti, S.Pd., melalui Operator Sekolah Neti kurnaesih, S.Pd., terkait kerusakan yang terjadi pihak Sekolah telah melakukan berbagai upaya sebagaimana mestinya seperti laporan kerusakan infrastruktur melalui Dapodik maupun kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan harapan mendapatkan perhatian Pembangunan seperti halnya bantuan revitalisasi yang saat ini sedang digencarkan oleh pemerintah. (Kodri)







