Institusi Dzurriyat Radja Sultan se-Nusantara Iktirafkan Salasilah Nasab Dato’ Sri Pengiran Sayyid Khairul

Banda Aceh, Kabar Sejagat Com- Institusi Dzurriyat Radja Sultan se-Nusantara menetapkan pengiktirafan salasilah nasab YM. Dato’ Sri Pengiran Dr. Sayyid Khairul bin Dato’ Sayyid Ahmat, Pengerusi Pertubuhan Khazanah Adat Budaya Pengiran Darul Hana, Kuching, Sarawak, Malaysia, melalui dua surat pengiktirafan yang diterbitkan pada Julai 2026.

Pengiktirafan tersebut dituangkan dalam Surat Nomor 01/A/IDRSN/VII/2026 yang menyatakan pengesahan salasilah nasab YM. Dato’ Sri Pengiran Dr. Sayyid Khairul bin Dato’ Sayyid Ahmat sebagai dzurriyat (keturunan) kepada Sayyid Jamaluddin Al Akbar Al Husseini atau Syeikh Jumadil Kubra.

Sementara itu, Surat Nomor 02/A/IDRSN/VII/2026 mengiktirafkan beliau sebagai dzurriyat (keturunan) kepada Syarif Muhammad Kebongsuan ibni Sayyid Jamaluddin Al Akbar Al Husseini atau Syeikh Jumadil Kubra.

Pengerusi dan Pengetua Institusi Dzurriyat Radja Sultan se-Nusantara, Dato’ Kiam Radja TG. Prof. Dr. (HC) Fekri Juliansyah, Ph.D., menyatakan bahwa ketetapan tersebut merupakan hasil penelitian yang berlangsung selama hampir dua tahun, yakni sejak 2024 hingga 2026.

“Pengiktirafan ini didasarkan atas kajian nasab yang dilakukan melalui penelitian manuskrip, catatan keluarga, wawancara, serta berbagai data dan informasi yang dihimpun untuk menetapkan salasilah nasab YM. Dato’ Sri Pengiran Sayyid Khairul bin Dato’ Sayyid Ahmat,” ujarnya.

Dalam surat pengiktirafan tersebut, Institusi Dzurriyat Radja Sultan se-Nusantara menetapkan rangkaian salasilah nasab YM. Dato’ Sri Pengiran Sayyid Khairul bin Dato’ Sayyid Ahmat hingga kepada Syarif Muhammad Kebongsuan dan Sayyid Jamaluddin Al Akbar Al Husseini (Syeikh Jumadil Kubra).

Salasilah tersebut ditashih di Banda Aceh pada 9 Julai 2026, bertepatan dengan 24 Muharram 1448 Hijriah. Berdasarkan hasil kajian institusi tersebut, Dato’ Sri Pengiran Sayyid Khairul dinyatakan memiliki garis keturunan yang berkaitan dengan trah Kerajaan Majapahit Islam dan Kesultanan Pajang melalui jalur Syarif Muhammad Kebongsuan.

Dalam keterangannya, Institusi Dzurriyat Radja Sultan se-Nusantara juga menyebut bahwa dalam sejumlah catatan sejarah Nusantara, Syarif Muhammad Kebongsuan dikenal dengan julukan “Bapak Raja-Raja Nusantara” serta bergelar “Bhrawijaya” sebagaimana tercatat dalam Tarasilah Kelantan.

Sementara Sayyid Jamaluddin Al Akbar Al Husseini atau Syeikh Jumadil Kubra dikenal luas sebagai tokoh yang disebut sebagai pendahulu para Walisongo.

Menurut institusi tersebut, keturunan Syarif Muhammad Kebongsuan berkembang di berbagai wilayah Nusantara, termasuk Sarawak, Sulu, North Borneo, Mindanao Darussalam, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Banten, Jawa Barat serta sejumlah kawasan di Pulau Sumatera seperti di Besemah dan wilayah Adat Semende sebagaimana disebut dalam At Tarikh Salasilah Djagat Besemah.

Sebagai tindak lanjut, surat pengiktirafan salasilah nasab tersebut telah disampaikan kepada sejumlah lembaga nasab dan naqabah ansab di kawasan Nusantara, di antaranya Rabithah Alawiyah Indonesia, Lembaga Salatin Asyrof Azzahro Trah Kesultanan Bani Hasyim, Pertubuhan Majlis Syura Ukhuwah Ansab Ahlul Bayt Sarawak, Diradja Nusantara, serta Kerajaan Malaysia untuk dimaklumkan sesuai kewenangan masing-masing.

Berikut Salasilah Nasab dari YM Dato’ Sri Pengiran Sayyid Khairul ke Sayyid Jamaluddin Al Akbar Al Husseini (Syeikh Jumadil Kubro:

“​Pengiran Sayyid Khairul bin Sayyid Ahmat bin Sayyid Haji Hip / Ayyub bin Sayyid Haji Assan / Hassan bin Sayyid Mohammad bin Tuanku Sayyid Che’ Hamid bin Sayyid Saifuddin bin Sayyid Ahmad Sultan bin Sayyid Jalaluddin bin Sayyid Yaqub bin Sayyid Saidina Ali bin Pangeran Sayyid Pakem Jabbar / Syeikh Abdul Jabbar (Pangeran Kusumoyudo / Purboyo) bin Pangeran Benowo II (Sultan Pajang II) bin Sultan Hadiwijaya / Jaka Tingkir (Sultan Pajang I) bin Arya Kenanga / Kebo Kenongo (Kyai Pengging) bin Prabu Sri Makurung Andayaningrat / Syarif Muhammad Kebongsuan (Kyai Pengging Sepuh) bin Sayyid Jamaluddin Akbar Al Husseini (Syeikh Jumadil Kubro).” [Kodri]

Admin