KabarSejagat.com – Sunhaji, seorang penjual es teh keliling, mendadak menjadi perhatian nasional setelah insiden di acara “Magelang Bersholawat” pada 20 November 2024. Momen yang awalnya biasa berubah kontroversial ketika Gus Miftah, penceramah kondang, secara guyonan melontarkan kata “goblok” kepada Sunhaji saat ia menawarkan dagangannya di tengah keramaian jamaah. Video insiden ini viral di media sosial, memicu perdebatan luas di kalangan warganet.
Dampak Emosional pada Keluarga
Bukan hanya Sunhaji yang merasakan dampak kejadian ini, tetapi juga keluarganya. Istri dan kedua anaknya, yang masih duduk di bangku SD dan SMP, merasa terpukul melihat video tersebut dan komentar netizen. “Bapak sempat menangis, begitu juga anak-anak,” ungkap istri Sunhaji, Yuli Fatimah. Keluarga sederhana ini sehari-hari mengandalkan hasil jualan Sunhaji untuk bertahan hidup【6】.
Permohonan Maaf Gus Miftah
Menyadari kegaduhan yang timbul, Gus Miftah langsung mendatangi rumah Sunhaji untuk meminta maaf secara pribadi. Dalam pertemuan tersebut, Gus Miftah menjelaskan bahwa ucapannya hanya guyon dan tidak berniat menyakiti. “Saya niat bercanda, tapi ternyata dipersepsikan berbeda. Saya minta maaf,” ujar Gus Miftah sambil merangkul Sunhaji.
Meski sempat merasa malu, Sunhaji dengan rendah hati menerima permintaan maaf itu. “Saya tidak sakit hati dan menganggap masalah ini selesai,” katanya.
Pelajaran dari Kasus Sunhaji
Kisah ini memancing banyak respons dari warganet. Beberapa mengecam cara Gus Miftah, menyoroti pentingnya menjaga adab terutama terhadap orang yang sedang berjuang mencari nafkah. Di sisi lain, ada pula yang memaklumi pernyataan Gus Miftah sebagai candaan tanpa niat buruk.
Kejadian ini juga mengangkat isu tentang penghormatan terhadap pekerja kecil, terutama mereka yang bergantung pada penghasilan harian. Meski singkat, momen ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk saling menghargai dan memahami perjuangan sesama.
Sunhaji kini dikenal lebih luas, bukan hanya sebagai penjual es teh, tetapi sebagai simbol kegigihan dan ketegaran. Kisahnya menyentuh banyak hati, mengingatkan bahwa dalam setiap langkah kecil, ada perjuangan besar yang tak selalu terlihat. (*)







