Kendal, KabarSejagat.com – Praktik perjudian jenis toto gelap (togel) kembali mencuat di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Ironisnya, aktivitas haram ini berlangsung secara terang-terangan dan diduga kuat dibekingi oleh oknum aparat penegak hukum. Sabtu 14 Juni 2025.
Dari penelusuran awak media, ditemukan lapak penjualan togel aktif di Blok B Nomor 6, Pasar Weleri 2, Desa Penyakringan, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal. Kupon-kupon togel bertuliskan logo “Kuda Lari” menjadi bukti nyata maraknya aktivitas perjudian yang masih diminati sebagian masyarakat, khususnya kalangan ekonomi bawah yang berharap pada keberuntungan instan.
Warga setempat mengungkapkan bahwa bisnis togel tersebut telah lama beroperasi dan terus hidup meskipun beberapa kali sempat berhenti. “Sempat tutup sebentar, tapi balik buka lagi. Sekarang malah makin terbuka,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Lebih mengejutkan, sumber menyebutkan bahwa bandar utama dari praktik togel tersebut diduga adalah seorang oknum anggota Polri berinisial ED. Keterlibatan aparat dalam aktivitas ilegal ini memicu kekhawatiran masyarakat dan menimbulkan dugaan kuat adanya pembiaran, bahkan perlindungan oleh institusi penegak hukum itu sendiri.
Meski aktivitas ini telah diketahui secara luas, hingga berita ini diturunkan belum terlihat adanya upaya konkret dari pihak Polres Kendal untuk menertibkan atau menutup lapak-lapak perjudian tersebut. Hal ini memunculkan opini liar di masyarakat bahwa praktik judi togel di wilayah hukum Polres Kendal “tak tersentuh hukum”.
Jika situasi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan merusak tatanan sosial dan moral masyarakat, serta menciptakan ketimpangan keadilan. Apalagi, praktik ini diduga tidak mengenal batas usia dalam menjual kupon, sehingga berpotensi menyasar remaja dan anak-anak.
Tim awak media akan segera meminta klarifikasi resmi dari pihak Polres Kendal, khususnya dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) terkait dugaan ini, serta meminta ketegasan aparat dalam menindak praktik perjudian yang meresahkan.
Masyarakat menanti keberanian dan ketegasan Bapak Kapolri dalam menyikapi laporan ini. Jangan biarkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri terkikis oleh ulah segelintir oknum. (Tim)







