Tiga Bulan Jelang Musim Panen Raya, Petani Kopi Lambar Sumringah Tembus 70 Hingga 76 Ribu

Lampung Barat, KabarSejagat.com – Tiga bulan sampai empat bulan jelang musim panen raya, petani kopi di kabupaten Lampung Barat sumringah, penuh kegembiraan.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh media ini dari pengepul, bos kopi di Way Tenong harga kopi saat ini berkisar diantara Rp 70.000/kg untuk kopi buah baru, dan 75.000-76.000 kg untuk kopi buah yang kualitas bagus.

Salah seorang petani kopi Fery mengungkapkan, selain harga kopi yang mulai merangkak naik petani dibuat sumringah karena hasil panen yang diprediksi kebun miliknya tahun ini meningkat.

“Kalau tahun lalu harga tinggi, namun hasil panen kurang, tapi kita petani banyak menaruh harapan di tahun 2025 ini, selain harga tinggi, mahal buahnya pun nampak lebih lebat dari tahun kemarin, ungkapnya.

Fery yang baru memiliki seorang putra dan bergantung hidup sebagai petani kopi, berharap harga tidak mengalami terjun bebas, murah hingga panen raya tiba, mengingat saat ini petani baru memetik buah kopi satu, dua atau buah selang sebelum panen raya.

“Ya, kalau harapannya, semoga harga tetap stabil. Jangan sampai panen raya berkisaran tiga, empat bulan lagi harga kopi jadi turun,”harapnya

Disisi lain, memang para petani bersemangat menyambut hasil panen raya tahun 2025, yang diprediksi puncaknya berlangsung di bulan April-Oktober mengingat hasil panen yang nampak lebat jika dibandingkan tahun lalu.

Febri petani lainnya menyebutkan hasil panen tahun ini lebih stabil bahkan meningkat jika dibandingkan tahun lalu. Dimana menurutnya, peningkatan hasil dipengaruhi faktor dukungan cuaca pasca pembungaan serta perawatan yang dilakukan oleh petani.

“Karena cuaca bagus dan stabil fase pembungaan sampai buah putik, karena di fase tersebut jika kemarau lama bunga akan gosong serta hujan lebat buah mengalami rontok,’ungkapnya

Lebih lanjut Febri mengatakan bahwa pasca harga melonjak tahun lalu membuat kebun kopi hingga melakukan perawatan yang baik serta melakukan pemupukan 2 kali hingga 3 kali setahun.

“Biasanya dengan harga kopi murah beberapa tahun yang lalu petani malas merawat kebun, bahkan terkadang tak tersentuh pupuk, namun kini minimal dua sampai tiga kali pertahun melakukan pemupukan,”jelasnya

Sementara itu Salah Satu pengepul, bos kopi Mustarimin warga Tambak Jaya, membenarkan bahwa harga kopi khususnya di kecamatan Way Tenong kopi baru berkisar 69.000 sampai 70.000/kg, dan kopi musim lama, atau kopi simpanan Rp 75.000-76.000/kg.

“Dengan harga saat ini tinggi, mudah-mudahan saat panen raya harga kopi lebih mahal lagi, sehingga petani kopi di Lampung Barat sejahtera dan bahagia dengan hasil yang mereka dapatkan,”tandasnya (kodri)

Admin