Tapanuli Tengah, KabarSejagat.com – Tak banyak anak muda yang berani menapaki jalan berbeda di tengah hingar-bingar dunia digital. Namun, Erik Firmansyah Pasaribu, pemuda asal Tapanuli Tengah yang lahir pada 6 September 2007, membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat bisa menjadi pijakan menuju panggung nasional. Tahun ini, Erik terpilih mewakili Sumatera Utara dalam ajang Duta Lingkungan Indonesia 2025 yang akan digelar di Jakarta.
Jejak Awal: Dari Kritik ke Aksi
Sejak usia belia, Erik tumbuh dengan kepedulian sosial yang tinggi. Saat banyak remaja seusianya masih larut dalam euforia masa muda, Erik justru berani tampil sebagai pemuda kritis. Di usia 17 tahun, ia sudah akrab dengan dunia sosial-politik, bahkan ikut terlibat dalam tim sukses dan menjalin komunikasi dengan para pejabat daerah.
“Anak muda sering kali hanya jadi pengikut arus. Tapi saya percaya, kemajuan bangsa ada di tangan mereka yang berani mengambil peran,” tutur Erik.
Mengangkat Isu Lingkungan ke Level Nasional
Perjalanan Erik kini membawanya ke ajang Duta Lingkungan Indonesia 2025. Bagi Erik, kompetisi ini bukan sekadar ajang prestise, melainkan wadah untuk menyuarakan kegelisahannya akan kondisi bumi.
“Saya ingin menjadi bagian dari perubahan. Ajang ini adalah sarana untuk mengedukasi, terutama generasi muda, agar lebih peduli pada lingkungan. Saya siap menjadi pelopor lingkungan di Tapanuli Tengah dengan berkolaborasi bersama semua pihak,” tegasnya.
Mimpi Kolektif: Gerakan Hijau ala Tapteng
Terinspirasi dari kiprah Pandawara Group yang populer di Jawa Barat, Erik bertekad membangun gerakan serupa di Tapanuli Tengah. Ia membayangkan sekelompok anak muda turun langsung ke lapangan, membersihkan sungai, pantai, hingga ruang publik.
“Saya ingin Tapteng punya gerakan kolektif. Pemuda bergerak bersama menjaga lingkungan, sekaligus mendukung pariwisata berkelanjutan. Dengan begitu, lingkungan terjaga dan ekonomi masyarakat ikut terangkat,” jelas Erik penuh visi.
Harapan untuk Dukungan Pemerintah dan Masyarakat
Erik juga menaruh harapan besar pada pemerintah daerah, mulai dari Bupati Tapanuli Tengah, DPRD, hingga dinas-dinas terkait, agar membuka ruang lebih luas bagi generasi muda. Menurutnya, dukungan struktural sangat penting untuk memastikan ide-ide anak muda bisa diwujudkan dalam aksi nyata.
“Mari kita berkolaborasi. Lingkungan bukan hanya tanggung jawab segelintir orang, tapi seluruh elemen masyarakat. Bersama, kita bisa membawa Tapanuli Tengah lebih hijau dan lebih dikenal,” ujarnya.
Ajakan Menjaga Bumi
Di akhir pesannya, Erik mengingatkan generasi muda Sumatera Utara untuk tidak menganggap isu lingkungan sebagai hal remeh.
“Lingkungan adalah rumah kita. Jagalah bumi ini demi masa depan kita dan generasi mendatang. Saatnya kita ciptakan ide-ide yang nyata untuk Tapteng, untuk Sumatera Utara, dan untuk Indonesia,” pungkasnya.
Dari tepian Tapanuli Tengah menuju panggung nasional, Erik Pasaribu hadir sebagai simbol harapan baru: pemuda yang berani bersuara, peduli, dan siap menjadi motor perubahan untuk bumi yang lebih baik. (*)







