Lahir dengan Hidrosefalus, Bayi Asal Lampung Barat Ini Berjuang Sejak Hari Pertama, Kisah Shanaya Bikin Hati Tersentuh

Lampung Barat, Kabarsejagat.com – Tangis pertama bayi biasanya jadi tanda kebahagiaan. Tapi tidak bagi pasangan Ririn Damayanti dan Sigit Irawan, warga Pemangku Gunung Sari, Pekon Pampangan, Kecamatan Sekincau. Lampung Barat, Senin (20/4/2026).

Kelahiran putri kecil mereka, Shanaya, justru menjadi awal dari perjuangan panjang yang menggetarkan hati.

Shanaya lahir dengan berat 3000 gram, panjang 47 cm, dan lingkar kepala 32 cm. Namun sejak detik pertama kehidupannya, ia harus menghadapi kondisi serius yang membutuhkan penanganan medis intensif.

Bayi mungil itu sempat dirawat di inkubator selama kurang lebih 6 jam, sebelum akhirnya dirujuk untuk mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit.

Diagnosis yang diterima orang tuanya pun tak ringan—Shanaya mengalami hidrosefalus, yaitu kondisi penumpukan cairan di dalam otak yang berisiko meningkatkan tekanan pada kepala dan mengganggu tumbuh kembang.

Tak menunggu lama, Shanaya harus menjalani operasi di usia yang sangat dini. Sebuah langkah besar bagi tubuh sekecil dirinya, sekaligus ujian berat bagi kedua orang tuanya.

Kini, setelah melewati masa kritis, Shanaya telah diperbolehkan pulang dan menjalani perawatan di rumah. Namun perjuangan belum berakhir.

Kondisinya masih terus dipantau secara berkala oleh tenaga medis dari Puskesmas Sekincau. Bidan desa pun rutin datang ke rumah untuk memastikan perkembangan Shanaya tetap terjaga.

“Bidan desa juga rajin datang ke rumah untuk memantau perkembangan anak kami,” ujar Sigit dengan penuh harap.

Di balik secercah harapan, tersimpan kekhawatiran lain. Orang tua Shanaya mengungkapkan bahwa kaki kiri sang bayi tampak sedikit miring dan membutuhkan perhatian medis lanjutan.

Dukungan pun mulai berdatangan. Pemerintah Kecamatan Sekincau, PJ Peratin Pampangan, hingga Bhabinkamtibmas telah datang langsung memberikan semangat kepada keluarga kecil ini.

Meski biaya pengobatan utama telah ditanggung BPJS Kesehatan, kebutuhan tambahan selama masa pemulihan masih menjadi beban tersendiri.

Dengan penuh harap, keluarga membuka pintu bagi para dermawan yang tergerak untuk membantu.

Harapan mereka sederhana: melihat Shanaya tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya.

Bagi masyarakat yang ingin berbagi, bantuan dapat disalurkan melalui:
No. Dana: 081379431973
Atas Nama: Ririn Damayanti (Ibu Shanaya)

Di tengah keterbatasan, kisah Shanaya menjadi pengingat—bahwa harapan selalu ada, bahkan dari perjuangan seorang bayi kecil yang belum mengenal dunia. (Nasrun)

Admin