Menurut Plt. Sekda, sudi EHRA dilaksanakan secara maksimal oleh Pokja Kabupaten/Kota dengan Koordinator Studi adalah Dinkes dengan bantuan Sanitarian Puskesmas dan kader Kesehatan. Kegiatan tersebut merupakan salah satu program aksi nyata pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan penyediaan air minum dan sanitasi melalui data yang dihasilkan merupakan data primer yang akan digunakan sebagai data dasar yang tertuang dalam dokumen perencanaan SSK.
“Secara subtansial hasil studi EHRA memberi data ilmiah dan faktual tentang ketersediaan layanan sanitasi di tingkat rumah tangga dalam skala kabupaten/kota. Komponen Sanitasi yang menjadi objek studi meliputi limbah cair domestik, persampahan, air bersih serta perilaku hidup bersih dan sehat,” kata Plt. Sekda.
Plt. Sekda berharap dengan tersusunnya Buku Putih Sanitasi Kabupaten/Kota yang merupakan hasil dari studi EHRA, dapat menjadi salah satu bahan penyusunan, pemutakhiran, dan penetapan SSK yang berisi kebijakan dan strategi pembangunan sanitasi secara komprehensif dalam memberikan arah yang jelas, tegas, dan menyeluruh bagi pembangunan sanitasi, agar pembangunan sanitasi di Pesibar dapat berlangsung secara sistematis dan dapat dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat,” tukas Plt. Sekda. (Joni/*)







