Mandailing Natal, KabarSejagatNews.com – Pembangunan proyek Peningkatan Jalan Nasional Simpang Gambir–Lingga Bayu–Mangga Manis–Muara Batang Gadis di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, mendapat sambutan positif dari masyarakat. Proyek senilai Rp99 miliar yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu dinilai membawa dampak nyata terhadap peningkatan akses transportasi, perekonomian, dan kesejahteraan warga.
Pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT Bina Mitra Indosejahtera (PT BMI) tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Lingga Bayu dan wilayah sekitarnya yang selama ini mendambakan infrastruktur jalan yang lebih baik.
Sejumlah warga mengaku bersyukur karena pembangunan jalan nasional tersebut tidak hanya memperlancar konektivitas antarwilayah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Salah seorang warga Kecamatan Lingga Bayu, Saidi, mengatakan kondisi jalan yang semakin baik akan memudahkan distribusi hasil pertanian, mempercepat mobilitas masyarakat, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
“Perbaikan dan peningkatan kualitas jalan ini sudah sangat lama kami nantikan. Kami sangat bersyukur karena mobilitas masyarakat dan pengangkutan hasil pertanian menjadi lebih lancar. Kehadiran PT BMI juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar karena tenaga kerja lokal diberdayakan dan material dibeli dari masyarakat,” ujar Saidi.
Proyek Dinilai Beri Dampak Ekonomi bagi Masyarakat
Selain meningkatkan kualitas infrastruktur, proyek jalan nasional tersebut juga dinilai mampu menggerakkan perekonomian lokal.
Selama proses pengerjaan, perusahaan melibatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar serta memanfaatkan material yang diperoleh dari penyedia lokal. Langkah tersebut dinilai memberikan peluang usaha sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat di wilayah terdampak proyek.
Masyarakat berharap pembangunan jalan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan secara maksimal, terutama dalam memperlancar aktivitas perdagangan, pertanian, dan transportasi.
PT BMI Tegaskan Seluruh Material Berasal dari Penyedia Berizin
Menanggapi isu yang berkembang terkait pasokan material atau galian C, pihak PT Bina Mitra Indosejahtera (PT BMI) menegaskan bahwa seluruh kebutuhan material proyek diperoleh dari penyedia yang memiliki izin resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
Humas PT BMI, Mawardi, melalui keterangan tertulis yang diterima Rabu (29/7/2026), menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen menjalankan setiap tahapan pekerjaan sesuai regulasi dan peraturan perundang-undangan.
Menurutnya, PT BMI tidak hanya mengutamakan kualitas konstruksi, tetapi juga memastikan seluruh proses administrasi, teknis, dan pengadaan material memenuhi standar yang ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Kami berkomitmen menjalankan pekerjaan sesuai aturan yang berlaku. Material yang digunakan berasal dari penyedia yang memiliki legalitas sehingga seluruh proses proyek tetap mengedepankan aspek kepatuhan hukum,” jelas Mawardi.
Diharapkan Mendorong Kemajuan Wilayah
Dengan dukungan masyarakat dan komitmen perusahaan dalam menjalankan proyek sesuai ketentuan, pembangunan Jalan Nasional Simpang Gambir–Lingga Bayu–Mangga Manis–Muara Batang Gadis diharapkan dapat selesai sesuai target.
Keberadaan infrastruktur tersebut diyakini akan memperkuat konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Mandailing Natal dalam jangka panjang. (RG)







