Lebih jauh Plt. Sekda menerangkan, dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman, semua pihak harus memahami bahwa Pancasila adalah pondasi yang tidak boleh dilanggar. Persatuan dan keadilan harus terus dipertahankan sebagai warisan berharga bagi generasi masa depan.
“Pancasila adalah kompas kita dalam menghadapi berbagai permasalahan, baik dalam negeri maupun internasional,” kata Plt. Sekda.
Karenanya Plt. Sekda mengajak semua pihak untuk menjaga Pancasila dengan baik, dalam setiap tindakan sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). “Mari kita terus memupuk semangat persatuan dan toleransi, menghormati keberagaman, dan bekerjasama demi kemajuan Indonesia,” tambahnya.
Masih kata Plt. Sekda, dalam upacara tersebut juga menjadi momen memperingati Sumpah Pemuda yang diakui mempunyai arti penting dalam sejarah bangsa, dimana kala itu generasi muda menghelat kongres II di Jakarta untuk mengikrarkan sumpah sakti yang mengikat persatuan dan kesatuan bangsa. Adapun isi sumpah para pemuda tersebut yaitu, kami putra- putri bangsa Indonesia, bertanah air satu tanah air Indonesia. Kami putra- putri bangsa Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia. Kami putra putri bangsa Indonesia, berbahasa satu bahasa Indonesia.
“Itulah ikrar sumpah pemuda, yang telah dikenal oleh semua lapisan bangsa Indonesia. Dengan memperingati hari Sumpah Pemuda, yang terpenting bagi kita semua adalah hendaknya kita menjadi pemuda yang aktif dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan dimasa sekarang,” pungkasnya. (Joni/*)







