Pesisir Barat, KabarSejagat.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat (Pesibar) menggelar upacara paripurna bulanan sekaligus memperingati Hari Kesaktian Pancasila dan Sumpah Pemuda, di Halaman Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Selasa (17/10/2023).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Plt. Sekda Pesibar, Drs. Jon Edwar, M.Pd., dengan dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pesibar, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pesibar, dan forkopimda Pesibar.
Dalam sambutannya Inspektur Upacara Jon Edwar mengajak semua pihak mulai dari instansi vertikal, TNI-Polri, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus berbenah diri terutama dalam hal meningkatkan akuntabilitas kinerja dan pelayanan publik agar semakin baik, semakin responsif dan memuaskan.
“Hal lain yang tak kalah pentingnya mari kita tingkatkan agar dapat bekerja lebih optimal dan profesional,” ujar Plt. Sekda
Plt. Sekda juga mengatakan selain upacara paripurna bulanan, kegiatan tersebut juga dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila.
“Momentum ini memungkinkan kita untuk merefleksikan kembali makna penting dari ideologi yang menjadi landasan negara kita, Pancasila sebagai negara yang besar dan beragam, Pancasila adalah perekat yang mempersatukan kita sebagai bangsa Indonesia,” tegas Plt. Sekda.
Dilanjutkannya, hari ini juga untuk mengenang peristiwa bersejarah yang terjadi pada 1 Oktober, ketika bangsa Indonesia bersatu dalam semangat untuk menjaga persatuan dan keadilan.
“Gerakan 30 September adalah sebuah ujian berat bagi Indonesia dan Pancasila menjadi landasan yang kokoh yang membantu kita keluar dari masa- masa sulit tersebut. Kita menyaksikan betapa tekad yang kuat dan semangat nasionalisme mengatasi segala rintangan,” lanjut Plt. Sekda.
Menurutnya, Pancasila dengan lima silanya, adalah panduan dalam membangun masyarakat yang adil dan beradab.
“Mulai dari sila pertama, ketuhanan yang maha esa, mengingatkan akan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama.
Sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab, mengajarkan untuk saling menghormati dan membantu sesama manusia.
Sila ketiga, persatuan Indonesia, mengingatkan untuk selalu bersatu dalam keberagaman.
Sila keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, mengajarkan nilai- nilai demokrasi dan keadilan.
Dan sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengingatkan akan tanggungjawab untuk mengurangi kesenjangan sosial,” papar Plt. Sekda.







