Wakil Bupati menerangkan, dalam rancangan Perubahan APBD terdapat berbagai perubahan baik pada komponen pendapatan, belanja maupun pembiayaan. Ada beberapa rancangan secara garis besar yang mengalami Perubahan APBD Pesibar Tahun Anggaran 2023. Diantaranya, pendapatan daerah pada awal Rp839.107.656.766, berkurang sebesar Rp462.866.195, sehingga menjadi Rp838.644.790.571, yang terdiri dari yang pertama Pendapatan Asli Daerah (PAD) semula sebesar Rp112.093.444.521, berkurang sebesar Rp462.866.195, menjadi sebesar Rp111.630.578.326. Kedua, pendapatan transfer tidak mengalami perubahan tetap sebesar Rp727.014.212.245.
“Rancangan perubahan selanjutnya belanja. Belanja daerah semula Rp890.793.928.766, berkurang sebesar Rp3.649.525.473, sehingga menjadi sebesar Rp887.144.403.293. Terdiri dari, yang pertama, belanja operasi semula Rp566.928.827.379, berkurang sebesar Rp6.311.305.731, sehingga menjadi Rp560.617.521.648. Kedua, belanja modal semula sebesar Rp176.880.145.187, berkurang sebesar Rp6.389.629.242, menjadi sebesar Rp170.490.515.945. Ketiga, belanja tidak terduga tetap sebesar Rp6.615.000.000. Selanjutnya keempat, belanja transfer semula sebesar Rp140.369.956.200, bertambah sebesar Rp9.051.409.500, menjadi sebesar Rp149.421.365.700. Dengan demikian total pendapatan sebesar Rp838.644.790.571, dikurangi total belanja sebesar Rp887.144.403.293, maka defisit sebelum pembiayaan adalah sebesar Rp48.499.612.722,” terangnya.
Rancangan perubahan berikutnya yakni pembiayaan daerah yang terdiri dari pertama, penerimaan pembiayaan daerah semula sebesar Rp60.686.272.000, turun sebesar Rp3.186.659.278, sehingga menjadi sebesar Rp57.499.612.722. Kedua, pengeluaran pembiayaan daerah tetap sebesar Rp9.000.000.000, digunakan untuk penyertaan modal daerah pada BUMD. Sehingga terdapat surplus pembiayaan sebesar Rp48.499.612.722 yang digunakan untuk menutupi defisit anggaran belanja diatas. “Sehingga Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun anggaran berkenaan menjadi sebesar Rp0,” pungkasnya. (Joni/*)







